Just another Blogdetik.com weblog

Apa impian anda di tahun 2009 ?

Setiap orang punya impian.

Khususnya impian dan harapan di tahun 2009 mendatang.

Ada yang bermimpi bisnis bisa makin lancar.

Ada yang bermimpi untuk punya anak lagi.

Ada yang bermimpi untuk bisa keluar negeri.

Ada yang bermimpi untuk punya pacar.

Ada yang bermimpi untuk bisa memenangkan pemilu.

Ada yang bermimpi untuk menjadi caleg yang sukses.

Apapun impian anda, setiap orang berhak punya impian.

Beberapa bulan lalu, saat  lagi di percetakan saya, saya sempat di tawarkan jadi caleg (serius dan 100 % benar nih…)

Nggak tanggung-tanggung saya diminta untuk sebagai ketua salah satu partai baru membawahi daerah Bali.

Katanya dengan pengaruh yang saya punya, bisa banyak yang milih saya. (dalam hati saya berpikir, pengaruh apaan….he…he..).

Saya pun menolak dengan halus setelah melalui penawaran yang sangat alot.

Saya berpikir bahwa bukan disana tempat saya dan masih banyak orang lain yang lebih mampu dalam politik.

Beberapa bulan ini, jalan-jalan dipenuhi dengan spanduk parpol dan caleg.

Saya jadi berpikir, seandainya dulu saya mengiyakan, mungkin foto saya juga ada disana. (Ah.. betapa narsisnya saya…ha..ha…). Apalagi bisa cetak banner sendiri di percetakan kami, tentu nggak sulit untuk membuat dan memohon ijin untuk memasang banner.

Namun saya bersyukur nasi telah menjadi bubur. Karena bubur ini sekarang bisa saya isi dengan ayam, tambah kecap.. ah betapa lezatnya.

2 jam yang lalu lagi iseng, nggak ada kerjaan.

Saya ama Nathasa iseng membuat design banner parpol ciptaan kami sendiri.

Tentu banner ini nggak akan kami tempel di jalan.

Banner ini salah satu impian kami.

Bukan mimpi menjadi caleg. Tapi mimpi yang kami idam-idamkan untuk bangsa ini.

Apa mimpi kami untuk bangsa ini ??
Semoga kita tak takut untuk bermimpi……

Seperti lagu Laskar Pelangi :

mimpi adalah kunci

untuk kita menaklukkan dunia

berlarilah

tanpa lelah

sampai engkau

meraihnya…..

salam

yovie + nathasa

www.yovisasa.com

Selamat menyongsong tahun baru yang penuh harapan….

Btw, artikel diatas hanya artikel pelepas dahaga dan penghilang stress.

Buat mereka yang benar-benar menjadi caleg,

kami doakan semoga benar-benar bisa menjadi penyalur aspirasi dari kami semua.

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)

Click www.yovisasa.com

pilih_caleg_s.jpg
Desember 27th, 2008 at 23:43 and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Apa yang akan anda lakukan kalau sakit gigi?
Mungkin anda akan melakukan salah satu dari 3 hal ini.
Pertama, anda menangis seharian dan menyalahkan orang lain.
Kedua, anda minum obat penghilang sakit, namun kambuh lagi setelah beberapa saat.
Ketiga, anda datang ke dokter gigi dengan perasaan terpaksa.Saya memilih yang ketiga. Dan ternyata itu menyakitkan.
Setidaknya itu yang saya rasakan waktu saya masih kecil dulu. Saya masih ingat papa mengajak saya ke salah satu dokter gigi di Denpasar. Setelah di cek gigi saya yang harus di cabut kurang lebih 6 gigi! Karena gigi tersebut goyang jadi harus segera di cabut. Anda bisa bayangkan anak kecil berumur sekitar  9 tahun datang ke dokter gigi dan mendengar bahwa giginya harus dicabut. 6 gigi lagi! Akhirnya dengan menahan sakit, gigi saya pun dicabut. Ya, dicabut semuanya saat itu juga!

Cukup lama saya ‘luka batin’ dengan dokter gigi tersebut dan sejak saat itu saya selalu takut ke dokter gigi. Takut 6 gigi saya yang lain di cabut. Atau mungkin bisa lebih dari 6 gigi!! Jauh beberapa puluh tahun kemudian, saya baru mengerti kalau gigi saya nggak dicabut, gigi di bawahnya akan mendorong gigi di atasnya sehingga tumbuhnya bakal nggak beraturan. (ih kacian banget dech saya, telat banget saya tahu akan hal ini).

Ternyata ketakutan perihal cabut-mencabut gigi ini menular ke anak kami.
2 bulan lalu Yonathan (anak pertama kami) yang sekarang berumur 7 tahun juga giginya goyang dan harus segera dicabut.  Waduh…susahnya minta ampun. Semua alat di dokter gigi ditanyakan satu persatu. Sudah mau dicabut, masih juga di interupsi dengan pertanyaan. “Yang ini untuk apa, yang itu untuk apa, sakit nggak kalau pakai itu?” Rasanya ada 1001 pertanyaan yang harus dijawab. Puji Tuhan setelah perjuangan 30 menit, akhirnya giginya dicabut. Cukup 1 gigi saja.
Bulan depannya, gigi yang kedua Yonathan harus dicabut lagi. Yang ini lebih gampang, tapi masih dengan 501 pertanyaan yang harus dijawab dulu.

Sebenarnya saat mencabut gigi kedua itu kami juga mau menambal gigi Yonathan yang lobang. Gigi Yoyo yang berlubang  rupanya bertambah dalam saja. Setiap malam gigi Yoyo yang lobang selalu dibersihkan istri saya memakai alat pembersih gigi (syukur dech punya istri dokter).
Akhirnya saat itu nggak jadi sekalian menambal gigi  karena selalu gagal di tengah jalan. Rupanya selalu ada interupsi dan rasanya ada 5000 pertanyaan dari Yoyo yang perlu di jawab.

Akhirnya minggu kemaren kami membawa lagi Yonathan ke dokter gigi lain di Denpasar yang menurut kami lebih baik dan biasa menangani anak kecil.
Begitu masuk, Yonathan sudah mulai takut lagi.
“Ma, alat yang itu sakit nggak?”
“Nanti kalau sakit Yoyo mau pulang langsung ya.”
25 menit terbuang percuma dengan kekhawatiran Yonathan. Sampai kami sebagai orangtua hampir kehilangan kesabaran. “Kalau Yonathan nggak mau, nanti diikat ya ama dokternya,” begitu kata saya udah ½ marah.
Akhirnya Yonathan pun mau setelah mengajukan beberapa syarat.
Nathasa, istri saya pun memgang tangan Yoyo “Mama ada disini ya, kalau Yoyo sakit remas aja tangan Mama ya,” begitu kata istri saya pada Yoyo.
Akhirnya 1 jam di ruangan dokter untuk menambal 2 gigi Yoyo.

Melihat susahnya membawa Yoyo ke dokter gigi dan menambalnya, saya jadi merenung sendiri.
Ternyata seringkali kita pun berlaku demikian.
Saat kita menghadapi masalah, seringkali kita mengandalkan kekuatan sendiri.
Ataupun kalau kita membawanya pada Yesus, kita sepertinya mempunyai 1001 pertanyaan.
“Mengapa ini terjadi pada diriku Tuhan?”
”Aku sudah melayani Engkau, namun mengapa Engkau memberikan cobaan ini?”
“Apa salahku Tuhan, sehingga Engkau memberikan cobaan seberat ini?”

Yesus hari ini mengundang kita semua.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Mungkin engkau tak mengerti,
Namun percayalah akan rencanaNYA yang terbaik diberikan bagi kita.
Mungkin engkau letih dan seakan ingin lepas dari semuanya itu, serahkan semuanya pada Yesus dan biarkan tanganNYA menopangmu untuk melalui semuanya itu.

Akhirnya… jangan banyak bertanya,
percayalah dan biarkan ia ‘menambal gigimu’.
Karena IA tahu yang terbaik untukmu.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.     (Mat 11:28)

(yovie)

PS : Klik DISINI untuk membaca renungan harian khas yovisasa family.
See you there online and be blessed!
www.YoviSasa.com


Desember 10th, 2008 at 10:07 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

RENUNGAN SENIN, 8 DESEMBER 2008 :

Kej 3:9-15.20
Ef 1:3-6.11-12

Luk 1:26-38

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Luk 1:38)

Berapa kali kami bertengkar dalam seminggu?
Minimal 1 kali seminggu.
Namun bisa juga 1 kali sehari.
Namun terkadang bisa juga 1 bulan sekali.
Mulai dari pertengkaran kecil hingga pertengkaran besar.
Saya sendiri sudah lupa kapan terakhir kami bertengkar hebat sejak kami menikah. Jujur kami bukan pasangan sempurna yang 100 % lepas dari pertengkaran.Kami juga masih hidup di dunia dan kami 100 % manusia.

» Continue Reading

Desember 9th, 2008 at 08:47 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
       

Bacaan I : Yes 2:1-5

Bacaan Injil : Mat 8:5-11


”Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.” Matius 8:10

Hati siapa yang tak sedih.

Hati siapa yang tak iba.

Hati siapa yang rasanya tak ingin menangis

Melihat istri tergolek sakit.

Bukan saja tergolek sakit, namun aku harus meninggalkan ia sendirian untuk melayani Tuhan

» Continue Reading

Desember 8th, 2008 at 13:05 and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Hari Minggu Adven I

 

Yes 63:16-17.19;64:2-7

1 Kor 1:3-9

Mrk 13:33-37

 

1:9 Allah, yang memanggil kamu kepadapersekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

 

Apa yang paling merisaukan kami ketika menjadi orangtua ?

Bukan saat kami menerima tagihan credit card.

Bukan saat bisnis kami sepi.

Bukan saat pompa air rumah kami rusak.

Bukan juga saat mobil kami perlu di service.

 

Tapi pada saat anak-anak kami sakit.

» Continue Reading

Desember 8th, 2008 at 12:38 and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput

dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak

Manusia.” Lukas 21 : 36

 

“Oekkkkkkkkkkk…oek…….”

Tangisan itu membangunkan kami kembali.

Jam ternyata sudah menunjukkan jam 3 malam (atau orang bilang subuh)

Istriku membangunkanku “ayo pa giliranmu sekarang.”

  » Continue Reading

Desember 8th, 2008 at 12:37 and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

November 23, 2008
To My Wonderful Wife, Nathasa


Each year your birthday reminds me
That I really want to say
I’m very glad I know you;
Since 12 years ago…

You are the miracle in my life
How do I begin to tell you how lucky I am
for having you in my life?
I’ll start by saying what a gift that GOD gave me
the day you became my wife.

You’re my best friend in the good times
and my rock in times of sorrow.
You’re the reason for sweet yesterdays
and my promise for tomorrow.

You made this year and every year
the best one of my life.

Nopember 25th, 2008 at 09:01 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Pagi tadi jam 6, pintu kamar kami diketok. Setiap pagi memang anak-anak membangunkan kami. Seperti biasa aku pikir mereka pindah kamar dan tidur bersama kami. Ternyata saat membukakan pintu, terdengar teriakan “SUPRISE!!!”. Mereka ternyata menyiapkan suprise buatku. satu kado dari Nathasa istriku, dan 2 kado dari Yonathan dan Vina.

Hari ini memang hari ulang tahunku. Dan aku nggak tahu kalo mereka ternyata udah menyiapkan kado. “Dari Yoyo untuk Papa, Selamat Ulang Tahun Papa”, begitu pesan Yonathan di kadonya.
Sedangkan dari Vina tertulis : “Dari Vina Meme sayang Papa”.
“I Love you daddy. May God bless u, bless your health, your business and your everything. May you become good husband, good father, good servant for God. Love you always… dari Nathasa”, demikian isi tulisan di kado istriku.
APa isi kadonya ? Ya rahasialah……Pingin tahu aja loe.. pokoknya Suprised banget dech ih…

Namun kado terindah yang aku dapatkan bulan ini adalah saat Nathasa memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya di Skin care Miracle. Keputusan ini cukup berat bagi kami, namun sudah kami pertimbangkan masak-masak. Setelah 1,5 tahun bekerja disana Nathasa merasa waktunya agak kurang bersama anak-anak. Untuk itulah ia memutuskan untuk lebih meluangkan waktu bersama anak-anak. Ia efektif akan berhenti dari sana mulai 24 Oktober 2008. Kami percaya bahwa Tuhan pasti akan menyediakan dan memelihara kami dalam rencanaNYA yang terindah. Thanks banget buat Miracle yang udah memberi nafkah dan pengalaman tak terhingga buat istriku. Saat ini kami lagi berpikir untuk merintis skin care baru. Ada yang tertarik untuk ikutan saham ? Atau mungkin punya tempat di Bali yang bisa kami pakai ? (Hubungi kami aja yach.. sekalian iklan nih..)

By the way, dari kemaren sore pas anak-anak les berenang dan sambil menunggu Nathasa pulang jam 8 malam, aku merekam lagu soundtrack dari Laskar Pelangi yang dinyanyikan Nidji. Jujur aku belum membaca novel pun menonton filmnya. Namun lirik lagu ini begitu menyentuh dan membuat aku bersyukur akan apa yang kadang kita tidak sadari namun Tuhan memberikan semuanya itu. Cinta yang aku dapatkan dari istri, anak-anak, keluarga dan seluruh sahabat membuat aku bersyukur bahwa CINTA itulah yang membuat kita hidup. Walau rencana kita terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita, walau segala sesuatu tidak berjalan semestinya, namun aku bersyukur memiliki CINTA yang melengkapi dan mewarnai hidupku.

Tak terasa jam menunjukkan hampir pk 10 malam saat aku selesai merekam dengan suara gitar saja. Yonathan juga ikutan mengisi suara terakhir pada reff belakang. Aku buat 2 versi suaraku solo dan bersama Yonathan. Nathasa semestinya pingin ikut nyayi , namun 1 minggu ini suaranya lagi serak jadi nggak bisa ikutan dech. Kalo Vina masih malu-malu katanya…
Buat yang ingin download lagu LASKAR PELANGI acoustic version
silakan klik di bawah ini yach

DOWNLOAD MP3 LASKAR PELANGI ACOUSTIC VERSION

Nopember 19th, 2008 at 16:49 and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
       

Apa hubungan adorasi, lagu Menjaga hati (Yovie & Nuno) dan panggilan seminari ?
Ada !!
Siang tadi jam 1 saya adorasi. Kebetulan hari ini masih libur. Sehabis ngantar Yonathan les sempoa, saya lalu ke Gereja FX - Kuta untuk adorasi sambil menunggu untuk menjemput Yonathan kembali. Saat masuk adorasi ternyata ruangan kosong. Tanpa terasa dalam keheningan aku sungguh merasakan betapa Tuhan menanti kita semua untuk berjaga bersamaNYA. Jam 2 saya pun meninggalkan ruangan adorasi karena harus menjemput kembali Yonathan dari tempat les. Pada saat meninggalkan ruangan adorasi, masih belum ada orang yang menggantikan saya. Saya hanya melihat ada orang di ruangan bawah. Saya berharap mudah-mudahan orang ini akan adorasi.

Dalam perjalanan pulang, saya lalu merenungkan betapa saat ini Tuhan sungguh menantikan kita untuk kembali kepadaNYA. Terlebih lagi di masa prapaskah ini. Tanpa terasa di dalam mobil saya mendengarkan lagu ‘Menjaga Hati’ oleh Yovie & Nuno. Walaupun lagu ini mungkin diciptakan oleh Yovie Widianto (kembaran jauh saya.. he..he..) bukan dengan maksud sebagai lagu rohani, tapi lagu ini seolah ‘berbicara’ dalam hati saya bahwa walau kita jauh tapi Tuhan nggak pernah jauh. Seolah - olah melalui lagu ini Tuhan ingin mengatakan sesuatu kepada saya dan bahwa IA selalu tetap menunggu kita semua untuk selalu datang kepadaNYA.

Lalu apa hubungan lagu ini dengan panggilan seminari ? Beberapa hari ini beberapa kali saya mendapatkan email dari milis mengenai sepinya panggilan Imamat. Pun lagu ini seolah-olah ingin berkata bahwa  Tuhan masih tetap mengharapkan kita. “AKU takkan bisa menghapus dirimu, meski KU lihat kau di seberang sana” demikian salah satu bait lagu ini.

Lagu ini aku buat sore tadi (8 Maret 2008). Pengambilan gitar 3 kali, 2 rhythm dan 1 melodi. Pengambilan vocal 2 kali, suara 1 dan suara 2. Tak terasa 2 jam berlalu merekam lagu ini.

He..he… Harap maklum  beberapa suara masih fals, masih amatir sih. (kalo nggak amatir, tentu udah jadi lead vocalnya Yovie & Nuno.. ha..ha..ha..)

Untuk melihat video show silakan klik DISINI

Untuk download lagu Menjaga hati Acoustic MP3 silakan klik DISINI

So, fell free to download and enjoy !!

Nopember 19th, 2008 at 16:46 | Comments & Trackbacks (0) | Permalink